SIDIKALANG.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, setiap manusia melakukan aktivitasnya sesuai kemampuan dan pengetahuan masing-masing.
Apapun hasil dari aktivitas itu, harus tetap disyukuri. Yang penting, hasilnya halal.
Baca Juga:
Sidang Uskup se-Asia di Jakarta Sukses dengan Pengamanan Berbasis Deteksi Dini
Hal itu dikatakan seorang pengusaha peti mati, yang tidak bersedia disebut indeditasnya, ditemui WahanaNews.co di Sidikalang, Rabu (3/9/2025).
Ia menerangkan, dari hasil penjualan peti mati yang digelutinya, mampu menghidupi anggota keluarganya dan untuk menyekolahkan anaknya.
"Memang kita tidak menginginkan kematian seseorang. Bahkan kita berdoa agar panjang umur dan sehat selalu," katanya.
Baca Juga:
NPC Indonesia Apresiasi Kapolri Cup 2026, Jadi Sejarah Baru bagi Atlet Bulu Tangkis Disabilitas
Diutarakan, suatu ketika, pernah datang seseorang memesan peti mati sebanyak dua unit. Satu untuk orang dewasa dan satu lagi untuk peti mati anak anak. Itu terjadi karena kecelakaan, tewas dua orang dalam satu keluarga.
"Ketika kita mendapat pesanan peti mati sekaligus dua unit, kita tetap bersyukur karena peti mati laku terjual. Tetapi kita berdoa agar anggota keluarga yang ditinggalkan diberikan Tuhan ketabahan dan penghiburan," sebutnya.
[Redaktur: Robert Panggabean]