SIDIKALANG.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Kepala SMA Negeri 1 Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Ronald Pasaribu buka suara terkait adanya pungutan Rp100 ribu per siswa yang dimana akhir-akhir ini santer dikabarkan sebagai pungli.
Dikatakan, uang yang dikumpul dari para orangtua siswa merupakan sukarela, tidak ada patokan. Surat permohonan bantuan resmi disampaikan panitia kepada para orangtua siswa.
Baca Juga:
Rutan Sidikalang Kembali Gelar Razia Insidentil Kamar Hunian, Ini Temuannya
"Pungutan itu tidak ada patokan seperti yang diberitakan salah satu surat kabar yang dimana sebenarnya itu pemberitaan palsu tanpa adanya konfirmasi kepada saya hanya dari beberapa narasumber yang tidak pasti. Panitia memang meminta bantuan dari orang tua siswa melalui siswa tetapi hanya secara sukarela bukan dipatok seperti yang diberitakan," kata Ronald dikonfirmasi WahanaNews.co diruang kerjanya, Jumat (3/7/2026).
Proposal pembangunan mushollah SMA Negeri 1 Sidikalang [SIDIKALANG.WAHANANEWS.CO / Roy Daniel Munthe]
Ketua panitia pembangunan mushollah SMA Negeri 1 Sidikalang Dicky Sembiring dilokasi mushollah mengatakan kepada awak media, pembangunan mushollah ini terlaksana dana awal dari para alumni SMA Negeri 1 Sidikalang.
Baca Juga:
Plh Kakanwil Ditjenpas Sumut Kunker ke Rutan Sidikalang, Beri Penguatan Integritas
"Kepanitiaan pembangunan mushollah dibentuk, yang dimana jelas kita ketahui dana pembangunan mushollah untuk tingkat SMA tidak ada di anggarkan pemerintah," kata Dicky.
Panitia pun membuat proposal permohonan bantuan mengingat keterbatasan dana renovasi mushollah SMA Negeri 1 Sidikalang yang sangat minim.
"Di proposal kita ini jelas menyebutkan 'mengingat keterbatasan kemampuan keuangan pihak sekolah maka kami dengan segala rendah hati untuk memohon bantuan. Sebagai bahan pertimbangan, bersama surat ini kami lampirkan Rencana Anggaran Belanja," jelas Dicky.
"Saya berharap kepada media yang ada di Sidikalang kiranya segala sesuatu yang harus diberitakan haruslah berdasarkan konfirmasi supaya menjadikan berita itu berita yang real dan fakta," tutupnya.
[Redaktur: Fernando]