SIDIKALANG.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Remus Tamba (45) warga Dusun Napambelang, Desa Soban, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, korban penganiayaan, tidak dapat beraktifitas lagi seperti biasa.
Remus kepada WahanaNews.co melalui sambungan WhatsApp, Minggu (19/7/2026) mengatakan, fisiknya lemah karena luka di wajah, kaki dan punggungnya akibat penganiayaan itu.
Baca Juga:
Hotman Paris Jadi Pengacara Febrie, Unggahan Menohok Frank Hutapea Jadi Sorotan
"Setelah saya mengalami penganiayaan pada hari Selasa itu, saya tidak bisa ke ladang lagi, istri saya pun harus pulang dari ladang sebelum tengah hari untuk mengurus saya. Kami jadi terganggu mencari nafkah dari bertani kami," kata Remus.
Dijelaskan, mereka dikaruniai empat putri, semua masih status pelajar. Sulung di Aek Kanopan Labuhan Batu Kelas 2 SMK, kemudian SMP kelas 2, dan dua lainnya SD. Semua sedang membutuhkan biaya saat ini.
"Saya sangat menyesalkan perbuatan pelaku LG. Saya anggap kata-kata saya terhadap pelaku tidak salah. Saya hanya bercerita. Namun saya dianiaya sampai begini, sehingga tidak dapat bekerja. Pada saat ini saya banyak tanggungan yang harus dipenuhi. Adanya kejadian ini membuat ekonomi kami terpuruk, biaya bulanan putri saya untuk bulan ini saya harus meminjam uang kerabat," katanya.
Baca Juga:
Sepasang King Kobra Raksasa Gegerkan Warga Jonggol, Bersembunyi di Saluran Kamar Mandi
Ditambahkan, setelah pengaduannya ke Polsek Siempat Nempu, personil kepolisian diketahui telah datang ke rumah pelaku. Namun hingga saat ini, terduga pelaku masih bebas berkeliaran.
Terpisah, petugas Polsek Siempat Nempu marga Banurea melalui WhatsApp dikonfirmasi media, menyarankan untuk datang langsung.
"Datang aja langsung ke Polsek guna klarifikasi terkait penganiayaannya pak," sebut Banurea.