SIDIKALANG.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Remus Tamba (45) warga Dusun Napambelang, Desa Soban, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, korban penganiayaan, menyesalkan kinerja polisi yang belum menangkap terduga pelaku.
Pasca laporan ke Polsek Siempat Nempu, beberapa hari terduga pelaku masih tampak beraktifitas di kampung mereka. Namun tidak ditangkap polisi. Kini, pelaku inisial LG itu diduga telah melarikan diri.
Baca Juga:
Peran Empat Pembunuh Prada Arif Budi Terungkap, Pelaku Penusukan Akhirnya Menyerahkan Diri
Hal itu dikatakan Remus kepada WahanaNews.co melalui sambungan WhatsApp, selasa (21/7/2026).
"Saya kesal kinerja polisi, tidak segera menangkap LG saat masih berada di kampung ini. Beredar informasi dari kerabat saya, LG sudah tidak berada lagi dirumahnya. Kami duga telah melarikan diri," kata Remus.
Ditambahkan, pada Kamis (16/7/2026), ia memperoleh informasi dari pihak Polsek Siempat Nempu, keluarga terduga pelaku berencana datang untuk berdamai. Namun hingga saat ini, tidak realisasi.
Baca Juga:
Data Penerima Dirombak, Anggaran MBG Dipangkas Rp39 Triliun
Adapun kasus dimaksud, sebagaimana diberitakan sebelumnya, dugaan penganiayaan itu terjadi di salah satu kedai tuak milik warga di Dusun Napambelang, Desa Soban, Kecamatan Siempat Nempu, Selasa (14/7/2026) malam.
Kronologi dipaparkan Remus, sekitar pukul 18.30 Wib, ia datang ke kedai tuak milik RN. Disitu, telah ada LG dan beberapa pengunjung lain.
Berselang, sambil minum tuak, mereka bercerita. Remus menceritakan bahwa ibu LG adalah teman sekelas Remus sejak SD hingga SMP.
Sekitar pukul 19.30 Wib, Remus permisi mau pulang. Namun LG yang diduga tidak terima cerita Remus, berdiri, memegang kerah baju Remus dengan tangan kiri, dan memukul korban diwajah dengan tangan kanan, yang menggenggam kunci sepeda motor. Korban pun terjatuh. LG kembali memukul korban.
Tidak terima perbuatan LG, Remus melapor ke Polsek Siempat Nempu, Rabu (15/7/2026).
Laporan diterima dengan STPL Nomor: STTLP/B/14/VII/2026/SPKT/Polsek Siempat Nempu/Polres Dairi/Polda Sumatera Utara.
[Redaktur: Fernando]