Ditanya soal Kuliner khas, yaitu Pelleng, Harm menjawab, Pelleng sangat enak meskipun sedikit pedas.
“Pelleng, enak, sekali, sedikit pedas, tapi tidak apa-apa, pedas itu baik buat kesehatan,” katanya sambil tertawa.
Baca Juga:
Kejari dan Pelindo Gunungsitoli Teken MoU Pendampingan Hukum Bidang Datun
Sementara itu, Bupati Dairi, Eddy Berutu, berharap komitmen yang sudah dibangun selama ini dalam rangka mengembangkan budidaya tanaman kopi agar semakin terkenal dengan kualitas yang mendunia, ditambah dengan dukungan dari beberapa perusahaan dan lembaga dari luar seperti EDE Consulting GmbH representative offfice Indonesia (HRNS Indonesia) harus menjadi penambah semangat melakukan komitmen tersebut.
“Kami senang dan bangga dengan kerjasama ini, kami memang membutuhkan best practice (pelatihan terbaik) seperti yang sudah dilakukan Ede consolting di Afrika Selatan. Karena pertanian adalah tulang punggung Dairi, seperti kopi,” kata Eddy.
Kepada jajarannya di Pemkab, Bupati berharap, agar nanti dalam prakteknya, kita bisa mengikuti, mengadopsi cara-cara atau teknik pertanian kopi dari perusahaan ini dalam pertanian di Dairi sebagai wujud komitmen bersama produk kita adalah produk standar internasional.
Baca Juga:
Modernisasi Pelayanan Kaum Disabilitas, PN Bekasi dan HWDI Teken MoU
“Kami komitmen untuk memajukan pertanian, kami meyakinkan produk kami sesuai standar internasional. Kepada rekan-rekan di pemkab, mari kita dukung kerjasama ini, karena petani kita butuh bukti untuk menaikkan level ke quadran berikutnya,” kata bupati mengakhiri.
Hadir juga dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Budianta Pinem, Kepala Bappeda, Charles Bancin, Kadis Pertanian, Robot Simanullang, Kadis Lingkungan Hidup, Amper Nainggolan, mewakili Kadis Pariwisata, Kabag Perekonomian, mewakili Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP).[zbr]