SidikalangNews.id | Warga Jalan Trikora Simpang HKBP 2 Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara menjadi langganan banjir. Kondisi menyedihkan itu sudah berlangsung bertahun-tahun.
“Asal hujan, kami jadi langganan banjir. Selain itu, kami mencium bau bangkai limbah Pusat Pasar Sidikalang” kata Josep Surbakti. Baunya minta ampun, bagaimanalah sampah dan bekas usus dan kotoran piaraan dari pasar.
Baca Juga:
Ciptakan Ketahanan Pangan, Pemdes Sidikalang Gelar Musdesus
Penyebab lain, kata Josep, pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) tidak didesain secara mantap. Pipa instalasi membentang di tengah parit.
Terpisah, Leonard Hutasoit mengatakan, derita serupa dialami masyarakat di sekitaran Jalan Trikora ke arah Jalan Persada Kampung Karo.
Pengusaha ponsel ini memaparkan, drainase di depan rumahnya tidak berfungsi. Bukan tumpat. Kalau tumpat, mungkin saja sementara. Situasinya sudah tertutup total hingga air meluap ke badan jalan. Seterusnya melaju ke hilir.
Baca Juga:
Dinilai Merasahkan, Polres Dairi Tangkap Pelaku Diduga Bandar Togel di Sidikalang
“Realitas sedemikian dialaminya selama 3 tahun. Pemerintah sepertinya kurang serius menangani persoalan permukiman” kata Leonardus.
Belman Siregar penduduk Jalan Persada membenarkan, luapan air dari Jalan Trikora membuat rumah di seberang kediamannya dikepung banjir.
Hari ini, genangan hampir 2 jam. Hujan mengguyur deras. Selain tergenang di badan jalan, rumah diserbu air kotor.