SIDIKALANG.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Warga mengeluhkan kondisi Rumah Potong Hewan (RPH) di jalan Rumah Potong, Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.
Kondisi RPH yang berdekatan dengan pemukiman warga itu, dinilai sangat tidak layak beroperasi, diduga karena minimnya perhatian pemerintah.
Baca Juga:
Diskon Tambah Daya Listrik Hingga 50 Persen Resmi Dibuka, Berlaku Sampai 23 Juni
Pantauan WahanaNews.co, Selasa (26/5/2026), bangunan RPH tampak usang dan bau tak sedap menyeruak dari sisa pemotong hewan yang tak bersih.
Bagian pintu gerbang sudah keropos. Memasuki areal bangunan fasilitasnya ada yang kurang seperti saluran air panas, meja pemotongan daging sangat jorok, lantai dan pemeriksaan buat daging yang sudah siap dikonsumsi atau dipasarkan juga rusak, ditambah anjing warga yang sangat mengganggu aktifitas pemotongan.
Ditemui awak media dilokasi petugas RPH Rapen Berutu mengatakan dia belum mempunyai sertifikat halal dari BPJPH sertifikat nomor kontrol veteriner dari Kementerian pertanian dan pemotongan hewan biasanya hanya dilakukan 2 kali seminggu yaitu hari Senin dan Kamis.
Baca Juga:
Ketegangan Memuncak, AS dan Iran Saling Klaim soal Status Selat Hormuz
"Tetapi kita selalu stanby dilokasi karena saya tinggal di rumah dinas tepat disamping RPH," ujar Rapen.
Kondisi Rumah Potong Hewan, di Sidikalang, Dairi [SIDIKALANG.WAHANANEWS.CO / Roy Daniel Munthe]
Sementara pantauan wartawan di pasar daging Sidikalang masih banyak pengusaha yang melakukan pemotongan liar ditempat masing-masing tanpa pantauan pemerintah yang dimana sangat berdampak jika tanpa keterlibatan pemerintah seperti pengecekan kesehatan daging yang dimana sudah diluar standart higienis dan terbuangnya potensi retribusi pemerintah daerah yang seharusnya masuk kas daerah.