SIDIKALANG.WAHANANEWS.CO, Sidikalang - Pohon enau bukan lagi tanaman langka di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Tanaman ini tumbuh hampir di setiap desa.
Bahkan terkhusus di Lae Pinang, Desa Bintang, Kecamatan Sidikalang, tanaman dimaksud mendominasi, sehingga menjadi mata pencaharian mayoritas warga.
Baca Juga:
KPK: Kasus Pimpinan PN Depok Sudah Dipetakan dalam Kajian 2020
Pantauan WahanaNews.co di berbagai desa, pohon enau tumbuhnya tidak secara teratur, atau sengaja dibudidayakan. Jikapun ada diantara masyarakat yang sengaja membudidayakannya, dapat dihitung dengan jari.
Pohon enau, tidak salah jika disebut pohon serbaguna. Pasalnya, hampir semua bagian pohon ini dapat dipergunakan.
Mulai dari batangnya, membuat bangunan. Kemudian ijuknya dipergunakan membuat sapu. Lidinya sering dipergunakan masyarakat untuk sapu halaman rumah.
Baca Juga:
Nama Indonesia Dipertaruhkan, Prabowo Murka Usai MSCI Sentil Pasar Modal RI
Kemudian, pohon ini setelah berbuah setengah matang diolah melalui proses menjadi berkuah, disebut tuak.
Pantauan di beberapa daerah seperti di daerah Titi Kuning, Kutacane, kuah tuak ini diolah menjadi gula merah dan menjadi penghasilan utama.
Jika di Dairi, kuah nira yang disebut tuak, hanya menjadi santapan paling populer disebut minum tuak, terutama kaum bapak.